Incubus World Tour 2011: If Not Now, When?

It was July 26th 2011, my 21 years of live feels like complete when I got a chance to watch the live performance of a band which has been one of the reason to play music until now. Yes, what’s in my mind is exactly the same with their tour tag line, IF NOT NOW, WHEN ?

So lets check it out how it ran at the time!

  • Place: Istora Senayan, Jakarta, Indonesia.
In my opinion, the place where this concert is held was great. It has a big room for a lot of people, and good accoustic (I think its because  most of the material that built this hall is made from wood – It’s a badminton court actually). It suits best for the kind of music Incubus has. It’s Loud, detail, and tight. You can imagine how terrible a song with a tight arrangement if played in a place with a big chance of generating echo.

Before gig - Istora Senayan hall

  • Sound System.
I’m gonna talk about how  the overall sound I heard in Incubus performance. I stood about 5-6 meter far from the stage, right in the center. Pasilas drum sounds right, not too loud. Killmore also succeed to create such an ambience from his turntables, synthetizer, and rhodes. The greatest part is from Kenney (bass) and Einziger (guitar). GOD, Kenney’s shadowsky bass created such a peeeerrrfect sound, for a bass. It lies beetween vintage, and modern. The bass sound was round, clear, but also sustained. I don’t know how to say, but IT WAS COOL. Einziger, as always, brought a dinner table-sized-pedal board, produced a great sound. It’s vintage, and kinda thin. But, in some song, like “Wish You Were Here”, Einziger’s guitar sounded like RAWWWRRRR :D ( I think it’s the best way to say :p ). But I dont know, when the time Einziger play a guitar solo, it just went wrong. I kinda didn’t hear it, I’m sure thats because my position which is too close from the stage.
  • Performance
In this section, I will give you the review for Incubus songlist, and overall performance. I tell you, the song list was WONT-LET-YOU-BREATH. Opened with Megalomaniac, and then came all their biggest hits like “Wish You Were Here”, Anna Molly, played WITHOUT A BREAK. You can imagine how cool is that. I almost felt like having a heart attack several time LOL. After that, it chilled down with a song like Love Hurts, and some song from their latest album . They played “Promise, Promise”  , and also  ”Company of the Wolves”. The second one was the coolest in my opinion. The song (Company of the Wolvers) has some certain chill when it’s played. It’s a bit dark, slow tempo, and epic! The outro guitar riff is definitely something, You should check it by yourself from their latest album. The songlist was closed by “Nice to Know You”. What an encore. Sick beat, suitable theme. Okay, enough saying about the song list. Their performance was really cool think. The best way to conclude is LET THE MUSIC DO THE TALKIN. Counted from the beginning of the gig, Brandon Boyd had only talk to the audience 2 or 3 times. But in my opinion, they don’t have to talk a lot when they played such musics that TALK. :D Notes for the girls, Brandon Boyd didn’t take his clothes off LOL I know it’s the moment you waited for. :D
Overall It deserves the best foreign band concert in Indonesia so far in this year based from my humble opinion. YES, 2011 is not over yet. But I’m not talkin bullsh*t right now. It’s very rare to see such a RICH music from a band at this time. They succeed to pass different era from 90′s until now. The great part is they never left their main characteristic in music. They created music that definitely Lasts for a long time. With a perfect sound, and performance, their performance will always be awaited by everypne who craves for a MUSIC.
Some pics and videos from INCUBUS WORLD TOUR 2011 in Indonesia :
Incubus – Full Band
Incubus – Brandon Boyd
Incubus – Brandon Boyd and Mike Einziger

Kedamaian dalam Musik Aksan.

cover album Peaceful Journey

Review musik kali ini datang dari album solo instrumental Aksan Sjuman, seorang pemain drum yang sudah malang melintang di dunia musik Indonesia. Aksan terkenal dengan permainan drum nya yang khas dan kental dengan nuansa jazz. Aksan memiliki gaya bermain drum yang unik dan termasuk one of a kind di Indonesia. Nuansa atau ambience, dan out of the box adalah penilaian dari saya untuk menggambarkan gaya permainan drum dari seorang Aksan. Terbukti dari keunikan permainannya tersebut, Aksan dipercaya beberapa kali untuk menyumbangkan permainannya dalam beberapa album dari musisi-musisi terkemuka. Sebut saja Dewa 19, Potret, dan yang paling baru adalah Monita.

Okay, kembali ke review musik sebagai topik utama artikel kali ini. Peaceful Journey, begitu mendengarkan titel album ini, mungkin sudah bisa dibayangkan sajian musik apa yang ditawarkan. Dalam album ini, Aksan tidak sendirian. Jose Rosenberg (sax), Eugene Pao (gitar), Peter Scherr (bass), dan Masako Hamamura (piano) pun turut menyumbangkan permainannya dalam album solo instrumental pertama dari seorang Aksan Sjuman. Dibuka dengan track pembuka yang berjudul Something Real, melodi piano dari Masako Hamamura membuka lagu ini dan seakan menjadi seorang  guide yang siap untuk mengantarkan kita berpetualang menjelajahi keseluruhan album ini. Dentingan piano Masako dengan dibarengi permainan ride cymbal Aksan dan permainan bass Scherr berkolaborasi dengan indahnya dan menciptakan nuansa yang bisa dibilang seperti kenyataan yang ada di dunia ini. Ada kesenangan, kesedihan, dan sekelumit dinamika kehidupan yang ada. Terdapat sebuah track yang menarik untuk disimak, yaitu Bali. Diawali dengan permainan solo drum dari Aksan yang terdengar sangat “berbicara”. Suara tom, snare drum dengan snappy atau senar yang dibiarkan tidak terpasang, berdentum dengan bebas tanpa batasan seakan menggambarkan eksotisme pulau Bali. Pada lagu ini, melodi lagu lebih didominasi oleh saxophone Rosenberg yang  menggambarkan eksotisme pulau Bali terutama di senja hari, mengalun dengan halus dan terkesan (sedikit) sendu. Satu lagi salah satu track yang merupakan favorit dari saya, yaitu Love Sadness & Hapiness. Permainan semua player lagu ini menurut saya sangat menggambarkan titel dari lagu ini sendiri. Melodi saxophone sebagai pembuka lagu ini seakan menggambarkan perasaan cinta, yang kemudian disusul oleh permainan piano yang cukup melambangkan konflik yang berujung kesedihan, kemudian bangkit lagi menyusul kebahagiaan.

Dari keseluruhan track yang ada, Aksan sudah sangat menggambarkan talentanya yang sangat unik dalam permainan drumnya. Apabila Anda mengharapkan permainan open solo yang rumit dan membuat mata terbelalak, Anda salah sambung. Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, keseluruhan track dari album ini sangat mengutamakan nuansa. Dengarkan album ini sambil memejamkan mata dan kemudian lihat titel dari track yang ada.Maka, saya yakin Anda akan merasakan hal yang digambarkan oleh titel dari track-track tersebut. Kekurangan dari album ini saya pikir hampir tidak ada. Walaupun, nuansa dari tiap lagu terkesan hampir sama dan cenderung agak membosankan. Saran saya, dengarkan album ini berulang-ulang dan Anda akan merasa album ini hanya terdiri dari satu lagu saja, yang berujung pada satu kata, kedamaian.

Selamat menikmati. Jangan lupa untuk membeli album yang orisinil. Hargai karya anak bangsa :)

appendix:

Daftar seluruh lagu dalam album Peaceful Journey:

  1. Something Real
  2. 15928
  3. Bali
  4. Love Sadness And Happiness
  5. www.messagefromwater.com
  6. Cold Summer Serenade
  7. Black Rain
  8. Peaceful Journey

sumber gambar: www.musiqz.com

Music Intelligence – Masa Depan Industri Musik?

Eagles

Industri musik adalah industri yang sangat menguntungkan, secara finansial tentunya, bagi para pelakunya, baik artis, produser, pihak label rekaman, dan pihak-pihak lainnya. Menurut sumber yang ada, penjualan terbanyak dari seorang artis musik yaitu sebanyak 29 juta kopi album, atau bila estimasi satu produk CD adalah seharga Rp.75.000, maka tentu dapat dikalkulasi berapa banyak uang yang dihasilkan, 2,175 triliun rupiah- angka tersebut hanya dari hasil penjualan album saja- yang merupakan hasil penjualan album musisi yang tergabung dalam sebuah band bernama Eagles, band rock asal Amerika yang telah berdiri sejak tahun 1971.

Fenomena tersebut tidak hanya terjadi di luar negeri, tetapi juga di negeri kita tercinta ini. Di Indonesia, penjualan musik mencapai puncaknya ketika lima orang anak muda asal Yogyakarta yang “menggebrak” industri musik Indonesia lewat album kedua mereka, yang bertitel Kisah Klasik untuk Masa Depan. Siapa lagi kalau bukan Sheila on 7, lewat album-satu-juta-kopinya (1,7 juta kopi) tepatnya yang dengan segera mengantarkan mereka menjadi salah satu band papan atas Indonesia. Rekor penjualan tersebut juga merupakan gebrakan baru-dan pertama kali terjadi-dalam industri musik Indonesia. Fenomena tersebut- yang saya sebut “Fenomena Sheila on Seven” – mengawali penjualan-penjualan spektakuler lainnya dalam industri musik Indonesia, salah satunya adalah lewat Peterpan, dengan album bertitel Bintang di Surga- nya yang terjual sebanyak 2,7 juta kopi dan sekaligus tercatat pula sebagai penjualan album musik terbesar sepanjang sejarah industri musik Indonesia.

 

Continue reading ‘Music Intelligence – Masa Depan Industri Musik?’

The Rudi Santoso’s Show – Menulis Populer

 

Here's the man! Mr. Rudi Santoso

Here's the man! Mr. Rudi Santoso

Tertanggal 12 Nopember 2010, tepatnya di hari Jumat, duduklah saya di sebuah ruangan untuk mengikuti sebuah kuliah tamu (istilah untuk sesi mata kuliah yang diberikan oleh pembicara dari luar kampus) mata kuliah Keterampilan Interpersonal. Rudi Santoso, seorang kolumnis yang biasa menuliskan opininya di beberapa surat kabar terkenal di Indonesia, berkesempatan untuk memberikan kuliah kepada seluruh mahasiswa yang sedang mengikuti mata kuliah Keterampilan Interpersonal di semester ini. Sekilas bila dilihat dari luar, beliau adalah orang yang cukup sederhana, pria paruh baya bersuku Jawa yang seringkali saya jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi, kesan pertama hanyalah kesan pertama yang tidak berarti apa-apa, setelah beliau memulai apa yang akan dibicarakan pada saat itu, yaitu menulis populer.

Continue reading ‘The Rudi Santoso’s Show – Menulis Populer’


Blog Stats

  • 304 hits

Meet Dustin

I just can't stop talking about anything related to music, or to correlate anything with music. So, here I am, my thoughts, and my musical perspective.

In case you forget what day it is.

May 2012
M T W T F S S
« Aug    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Archives

Contact Me


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.